Jumat, 25 Februari 2011

Bahaya Narkoba dkk.

Narkotika, obat obatan terlarang dan psikotropika, mulai dari ekstasi, morfin sampai metafetamin, ini merupakan jenis obat obatan yang bisa merangsang suatu jenis sel dalam otak yang membangkitkan rasa rileks, gembira dan nyaman bagi pemakainya. Kita sering melihat berita tentang beberapa kasus narkoba ini. Kenyataannya, fenomena gunung es. Para pemakai dan pencandu dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang berekonomi mampu dan tidak mampu. Dari kalangan ekonomi mampu ini menjadi bagian dari kesibukan dan jadwalnya. Sedangkan dari kalangan ekonomi tidak mampu ini menjadi tujuan hidupnya sehari hari. Untuk kasus kecanduan yang parah mereka sanggup tidak makan asalkan bisa membeli pengobat kecanduannya. Uangnya? Karena mereka tidak mampu yang mungkin mengemis, mencuri atau cara apapun. Beberapa dari mereka memang hanya pemakai tanpa kecanduan, tapi itu sangat sedikit. Kebanyakan dari mereka adalah pasien yang menunggu ajal.
Usaha Pemberantasan dalam Dunia Pendidikan
Sasaran utama konsumen narkoba adalah anak-anak usia remaja, pasarnya tentu saja sekolah, SMA, SMP bahkan SD. Secara psikologis, usia ini adalah masa di mana seorang anak mulai mencari siapa dirinya, apa yang disukainya, apa yang menjadi identitasnya dan pencarian-pencarian lain yang berkaitan dengan pengakuan lingkungan terhadap diri mereka. Sehingga mereka berani untuk mencoba hal-hal baru. Pada masa itu juga pengawasan orang tua terhadap anaknya mulai kendur. Anak mulai mempunyai waktu dan tempat dalam kesehariannya yang orang tua tidak tahu, misalnya tempat kumpul sepulang sekolah. Wajar dan sudah seharusnyalah jika penyuluhan dan peringatan tentang narkoba diadakan di sekolah-sekolah. Tentang apa itu narkoba, dari mana saja bahaya itu bisa datang dan bagaimana cara mencegahnya.

Cara yang paling populer adalah melalui rokok. Jadi waspadailah jika seorang anak sudah mulai merokok pada usia yang dini, karena ini adalah sasaran para pengedar. Ada juga yang melalui makanan atau minuman sehingga membuat kecanduan, dan pada saat itu diperkenalkan pada narkoba sebagai pengobat kecanduannya. Atau cara coba gratis, diberikan langsung untuk dicoba untuk selanjutnya baru membeli dengan harga tertentu. Penggeledahan pada siswa-siswa suatu sekolah secara mendadak adalah tindakan kuratif. Jika ditemukan suatu jenis obat terlarang maka dapat diambil tindakan secara hukum. Ini adalah bagian dari pekerjaan lembaga pendidikan maupun pemerintah yang menghadapi narkoba sebagai salah satu faktor penghambat dalam proses pendidikan.
Memulai dari Keluarga

Keluarga merupakan subyek penting dalam tindakan preventif. Pada saat anak memasuki usia remaja biasanya orang tua mulai enggan menyisihkan perhatian. Kebanyakan karena merasa bahwa si anak sudah ‘besar’. Memang pada saat ini mereka tidak membutuhkan perlakuan seperti perlakuan terhadap anak-anak, tetapi tugas sebagai orang tua belumlah selesai. Bentuk kasih sayang yang mereka butuhkan adalah perhatian, pengertian dan persahabatan. Mereka masih perlu dibatasi dengan aturan-aturan yang berlaku dalam keluarga, karena itu adalah bentuk dari perhatian orang tua, tetapi penerapannya tentu dengan pengertian dan persahabatan. Dan baik juga jika mereka tahu apa itu narkoba langsung dari orang tuanya, daripada dia mendengar lebih dulu di luar rumah. Jika seorang remaja merasakan bahwa keluarganya bisa diandalkan, maka kecil kemungkinannya dia akan memberikan kejutan yang tidak menyenangkan. Misalnya tertangkap sebagai pemakai atau bahkan pencandu salah satu obat-obatan terlarang.

Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi tubuh manusia

Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:
  1. Depresan
    Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
  2. Halusinogen
    Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
  3. Stimulan
    Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.
  4. Adiktif
    Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).

Adapun bahaya narkoba berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut:

  1. Opioid:
    • Depresi berat
    • Apatis
    • Rasa lelah berlebihan
    • Malas bergerak
    • Banyak tidur
    • Gugup
    • Gelisah
    • Selalu merasa curiga
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Rasa gembira berlebihan
    • Banyak bicara namun cadel
    • Rasa harga diri meningkat
    • Kejang-kejang
    • Pupil mata mengecil
    • Tekanan darah meningkat
    • Berkeringat dingin
    • Mual hingga muntah
    • Luka pada sekat rongga hidung
    • Kehilangan nafsu makan
    • Turunnya berat badan
  2. Kokain
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Gelisah
    • Rasa gembira berlebihan
    • Rasa harga diri meningkat
    • Banyak bicara
    • Kejang-kejang
    • Pupil mata melebar
    • Berkeringat dingin
    • Mual hingga muntah
    • Mudah berkelahi
    • Mendarahan pada otak
    • Penyumbatan pembuluh darah
    • Pergerakan mata tidak terkendali
    • Kekakuan otot leher
  3. Ganja
    • Mata sembab
    • Kantung mata terlihat bengkak, merah, dan berair
    • Sering melamun
    • Pendengaran terganggu
    • Selalu tertawa
    • Terkadang cepat marah
    • Tidak bergairah
    • Gelisah
    • Dehidrasi
    • Tulang gigi keropos
    • Liver
    • Saraf otak dan saraf mata rusak
    • Skizofrenia
  4. Ectasy
    • Enerjik tapi matanya sayu dan wajahnya pucat,
    • Berkeringat
    • Sulit tidur
    • Kerusakan saraf otak
    • Dehidrasi
    • Gangguan liver
    • Tulang dan gigi keropos
    • Tidak nafsu makan
    • Saraf mata rusak
  5. Shabu-shabu:
    • Enerjik
    • Paranoid
    • Sulit tidur
    • Sulit berfikir
    • Kerusakan saraf otak, terutama saraf pengendali pernafasan hingga merasa sesak nafas
    • Banyak bicara
    • Denyut jantung bertambah cepat
    • Pendarahan otak
    • Shock pada pembuluh darah jantung yang akan berujung pada kematian.
  6. Benzodiazepin:
    • Berjalan sempoyongan
    • Wajah kemerahan
    • Banyak bicara tapi cadel
    • Mudah marah
    • Konsentrasi terganggu
    • Kerusakan organ-organ tubuh terutama otak

Perilaku pemakai untuk mendapatkan narkoba

  • Melakukan berbagai cara untuk mendapatkan narkoba secara terus-menerus
  • Pemakai yang sudah berada pada tahap kecanduan akan melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan narkoba kembali. Misalnya, pelajar bisa menggunakan uang sekolahnya untuk membeli narkoba jika sudah tidak mempunyai persediaan uang.
  • Bahkan, mereka bisa mencuri uang dari orangtua, teman, atau tetangga. Hal tersebut tentu akan mengganggu stabilitas sosial.
  • Dengan kondisi tubuh yang rusak, mustahil bagi pemakai untuk belajar, bekerja, berkarya, atau melakukan hal-hal positif lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar