This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 21 Juli 2011

Red Faction : Armageddon

Developer : Volition
Publisher : THQ
Genre : Action
Release Date : 7 Juni 2011
Platform : PC, Xbox360, Playstation3
 
Story
Berseting 50 tahun setelah kejadian disekuel Red Faction : Guerrilla, tanpa sengaja kehidupan koloni di planet Mars terancam musnah dikarenakan Hale, seorang penganut ajaran sesat yang membangkitkan ras Alien yang telah tertidur di planet Mars. Dalam game ini kita akan memerankan Darius Mason yang merupakan cucu dari Alec Mason, tokoh utama dalam sekuel Red Faction : Guerrilla. Kali ini Darius Mason akan mengikuti jejak kepahlawanan seperti kakeknya, dalam menyelamatkan kehancuran planet Mars.

Gameplay
Game dengan pandangan orang ketiga ini menawarkan gameplay yang mengharuskan kita bergerak dari satu point ke point berikutnya mengikuti alur cerita permainan yang telah ditentukan dan tidak lagi seperti sekuel Red Faction Guerilla yang memperbolehkan kita bebas menjelajah untuk memilih menyelesaikan misi yang ada dalam dunia sandbox. So… Gameplay pada sekuel ini memang cukup linear. Jika pada Red Faction Guerilla kita memperjuangkan kemerdekaan melawan pasukan Earth Defense Force yang jahat. Maka pada sekuel Armageddon, kita akan berhadapan dengan musuh baru yang memiliki bentuk yang menyeramkan dan ganas, yakni Aliens. Untuk AI musuh dalam game ini tidaklah tergolong pintar dan taktis, untungnya hal ini tertutupi dengan jumlah musuh yang cukup banyak sehingga terasa menantang serta didukung beragam jenis senjata unik untuk mengalahkan mereka. Kemudian Boss Battle yang kita hadapi dalam game ini juga cukup menantang dengan bentuk pertempuran yang intens, sehingga kita mesti bersabar dalam bertindak dan menunggu kesempatan yang tepat dalam menyerang titik kelemahannya.

Berbicara tentang persenjataan yang dapat dipergunakan dalam game ini cukup beragam dan unik, mulai dari senjata kelas ringan seperti Palu Maul, Pistol, Assault Rifle, Plasma Rifle, hingga Rocket Launcher, Plasma Beam. Serta beberapa juga senjata unik, seperti Singularity Cannon, yang menembakan sebuah lubang hitam atau black hole dan menghasilkan daya rusak yang luas. Ataupun Magnet Gun, yang menembak peluru pertama ke bongkahan batu dan peluru ke dua ke arah musuh, maka peluru pertama yang menempel pada bongkahan batu akan tertarik ke musuh dan menimpanya. Cukup menyenangkan bermain strategi dengan memanfaatkan kecanggihan senjata pada game ini. Kita hanya diperbolehkan membawa 4 jenis senjata saja ditubuh kita dan jika ingin mengantinya kita dapat melakukannya di Weapon Locker atau mengambil senjata yang tergeletak di sepanjang level. Disamping mengunakan senjata canggih, kita juga dapat mengunakan abiliti yang didapatkan dengan menukarkan poin Salvage yang bisa kita temukan disepanjang permainan. Baik itu didapatkan dengan menghancurkan bangunan, peti, ataupun menghabisi musuh untuk mendapatkan lebih banyak poin Salvage. Abiliti dalam game ini sendiri terbagi menjadi 4 tingkatan dan diantaranya terdapat abiliti untuk meningkatkan health karakter, meningkatkan kecepatan reload senjata, meningkatkan ketahanan, meningkatkan daya rusak serangan, hingga abiliti yang mengunakan Nano Forge yang terpasang pada tangan Darius Mason, seperti Shockwave, yang dapat mengeluarkan energi listrik untuk membuat musuh terhenti sesaat dan melukainya, kemudian juga ada Shell, yang dapat mengeluarkan kubah energi untuk melindungi kita dari serangan musuh. Selain itu, Nano Forge juga dapat berfungsi untuk mengembalikan setiap struktur atau objek yang telah hancur, seperti meledakan jembatan sehingga musuh terjatuh dan kemudian mengembalikan jembatan tersebut kembali ke bentuk semula supaya kita bisa melewatinya ataupun objek tempat kita berlindung yang hancur akibat tembakan musuh dapat kita kembalikan seperti semula untuk menjadi pelindung.

Kita juga akan menjumpai beragam macam Mech tempur untuk kita kendarai, mulai dari yang kelas ringan hingga kelas berat, seperti Marauder Heavy Walker yang berbentuk laba-laba yang dapat menghancurkan apa saja yang berada di depannya dengan dipersenjatai misil penjelajah dan napalm laser. Graphic
Dengan dipoles oleh engine game Geo-Mod versi terbaru, grafis game ini menjadi lebih baik lagi dibandingkan dengan sekuel terdahulu. Namun masih belum tergolong cukup mewah. Nah bagian terkeren dan menonjol dari game ini adalah efek kehancuran yang sangat mendekati kenyataan, seperti ledakan yang menerbangkan puing-puing bangunan, kemudian puing bangunan besar yang runtuh ke bawah dan ledakan didekat karakter kita akan menguncang layar permainan, semuanya tersajikan dengan cukup baik dan halus. Bahkan hampir semua objek dan struktur yang terdapat di lingkungan permainan dapat dihancurkan oleh kita.

Overall
Walau linear, gameplay game ini dikemas dengan cerita yang cukup bagus untuk dinikmati. Beragam jenis senjata unik dan boss battle yang seru serta terobosan grafis yang didukung penuh efek kehancuran disepanjang lingkungan permainan cukup membuat kita betah berlama-lama menikmati game ini. Saya sangat merekomendasikan game action berbobot ini untuk anda pecinta game aksi.

sumber:
http://www.beritateknologi.com/review-red-faction-armageddon-lebih-menonjolkan-efek-kehancuran-yang-dinamis/




Selasa, 12 Juli 2011

Dead Space 2

Developer : Visceral
Publisher : Electronic Arts
Genre : Survival Horor
Platform : PC, Xbox360, Playstation 3.
Release Date : 15 Februari 2011


Story
Cerita pada sekuel ini berseting 3 tahun setelah ending game pertama (Isaac Clarke berhasil lolos dari pesawat antariksa Ishimura dan dia pingsan dalam Pod penyelamat). Saat Isaac terbangun, dia sudah berada disebuah rumah sakit kota metropolis Sprawl di planet Titan dan belum sempat untuk memulihkan ingatannya, sudah terjadi kekacauan besar, dimana Necromorph menyerbu seluruh penghuni rumah sakit. Dan pada saat itu juga, kita kembali memerankan Isaac Clarke untuk berusaha meloloskan diri dari serangan Necromorph tanpa dibekali senjata. Good job untuk awal permainan yang sangat mengejutkan dan sudah membuat adrenalin pemain merinding dan terus berlanjut disepanjang permainan.
Disamping itu juga, adegan dalam permainan yang dikemas dalam style film Hollywood terlihat keren dan bikin takut. Seperti saat kita menelusuri lorong dan melihat seorang prajurit di ujung lorong yang ditarik oleh Necromorph ke atas langit lorong, kemudian terdengar suara siksaan dan jeritan hingga akhirnya potongan tubuh prajurit yang sudah tidak utuh lagi dijatuhkan tepat dihadapan kita. Hal ini cukup membuat kita takut untuk melangkahkan kaki ke ruang berikutnya yang kita tidak tahu akan ada apa disana lagi.
Gameplay
Dalam game ini kita dapat memilih 5 tingkat kesulitan permainan, yakni kasual, normal, survivalist, zealot, hingga Hardcore mode yang akan terbuka jika kita telah berhasil menyelesaikan game ini. Pada Hardcore mode akan menantang pemain untuk merasakan ketakutan yang luar biasa, dengan menghadirkan Necromorph yang jauh lebih lincah dan kuat, suplai amunisi senjata yang sangat terbatas, dan save permainan yang hanya diberikan sebanyak 3 kali saja. Tertantang untuk mencoba ?

Dengan masih mempertahankan style gameplay seperti game terdahulunya. Dimana kita diharuskan bergerak dari satu point ke point berikutnya sambil berusaha mempertahankan hidup dari serangan brutal Necromorph disepanjang permainan yang juga dihiasi teror horor yang dapat membuat adrenalin pemain meningkat. Dan ini berhasil menciptakan ketakutan dan keasikan tersendiri bagi pemainnya. Misalnya saat kita melewati mayat Necromorph yang tergeletak tidak berdaya dan secara tiba-tiba Necromorph tersebut bangkit dan menerkam kita. Sungguh membuat jantung saya hampir meloncat dan kemunculan alien yang mendadak seperti ini bakal kita temui disepanjang permainan tanpa kita duga sama sekali. Pada sekuel kedua, kita masih akan berhadapan dengan beberapa Necromorph dari sekuel pertama dan tentu saja bakal ada Necromorph baru yang jauh lebih ganas, diantaranya ada mutant anak kecil yang datang bergerombolan dan akan mengerumuni kamu, musuh ini cukup mudah dimatikan tapi jumlahnya sangat banyak dan lincah. Kemudian ada juga jenis Necromorph yang bergerilya dalam menyerang kita. Mereka akan bersembunyi dan disaat kita lengah, mereka akan menerkam kita dengan ganas.

Kita juga akan menemukan beberapa jenis senjata baru disamping dari senjata lama yang terdapat pada game pertama. Kemudian kita juga dapat meningkatkan kekuatan senjata yang kita miliki pada Bench dengan menukarkan Power Node yang kita kumpulkan disepanjang permainan, misalnya meningkatkan kekuatan serangan senjata Contact Beam untuk menciptakan serangan area disekitar kita. Atau kita dapat fokus untuk meningkatkan kemampuan armor rig karakter dan juga modul stasis. Salahsatu fitur baru yang terdapat pada sekuel ini dalam menghabisi Necromorph dalam jumlah banyak adalah meledakan jendela yang terdapat pada ruangan tertentu untuk membuat gerombolan Necromorph terhisap keluar angkasa. Hal ini cukup mengasikan dan kita harus sigap untuk menembak switch penutupnya atau kita sendiri yang ikut jadi korban.

Kita juga dapat mengunakan gadget kinesis yang terpasang pada tangan kirinya yang dapat berfungsi untuk mengangkat benda atau objek dan melemparkannya, sehingga gadget ini dapat dijadikan sebagai senjata. Seperti contoh mengangkat tiang besi dan menancapkannya pada Necromorph sehingga mayatnya mengantung di dinding. Cukup mengasikan saat menombakin mereka ke dinding. Kemudian kita juga dapat mempergunakannya untuk menyelesaikan beberapa puzzle disepanjang permainan. Disamping itu, kita juga dapat mengunakan modul Stasis untuk memperlambat gerakan Necromorph agar memudahkan kita untuk menembaknya dan kita juga dapat mempergunakannya dalam menyelesaikan beberapa puzzle yang kita temukan, seperti memperlambat pintu sehingga kita dapat melewatinya. Kali ini selain dapat melacak lokasi objektif. kini locator juga dapat melacak posisi Save Station, Store, dan Bench terdekat yang garisnya akan dibedakan dengan beberapa warna untuk mempermudah kita mencari tempat tujuan, seperti lokasi objektif dengan garis berwarna biru, Store dengan garis berwarna kuning, dan Save Station dengan garis berwarna hijau.

Graphic
Pada sekuel kedua ini tidak terlihat peningkatan yang cukup drastis dalam hal grafis. Texture, efek pencahayaan dan bayangan memang terlihat lebih dinamis dibandingkan sekuel pertama serta animasi karakter terlihat lebih mantap. Disamping dari kemewahan grafis yang disebutkan diatas, game ini juga tidak luput dari beberapa kekurangan kecil, tapi hal itu tidak mengurangi penilaian bagus untuk grafis game ini.
Untuk aspek sound dalam game ini mengalami peningkatan dengan tokoh utama game ini yang sudah dapat bersuara dan melakukan percakapan dengan beberapa karakter lain. Suara akting saat ketakutan terekspresikan dengan bagus dan efek suara latar juga menambah kesan horor yang lebih mendalam, seperti saat kita sedang menelusuri ruangan yang sepi kemudian mendadak muncul suara keras dari monitor yang hidup, suara air mengalir mendadak, atau hembusan gas dari pipa yang bocor terdengar dengan sangat baik dan sungguh membuat kaget saat bermain sendirian didalam kamar pada malam hari.  

Overall
Sekuel kedua dari Visceral berhasil menciptakan atmosfir menyeramkan disepanjang permainan. Bahkan lebih menyeramkan dari sekuel pertama dan game Resident Evil yang horornya terkesan sangat jarang. Saya berpendapat game ini patut mendapatkan predikat game berjenis survival horor terbaik.


sumber : http://www.beritateknologi.com/dead-space-2-teror-menakutkan-kembali-berlanjut/

Jumat, 08 Juli 2011

Operation Flashpoint : Red River

Publisher : Codemasters
Developer : Codemasters
Genre : Simulation Tactical Shooter
Release date : 21 April 2011
Platform : PC, Xbox360, Playstation3

Story
Kali ini cerita fiksi game ini berseting pada tahun 2013, kita akan memerankan sersan Kirby, ketua tim dari Fireteam Bravo yang beranggotakan 3 orang yakni, Balleto, Taylor, dan Soto. yang dikirim oleh pemerintah US ke negara Tajikistan untuk menumpas para pemberontak. Cerita game ini disuguhkan dengan animasi yang keren.

Gameplay
Game ini menawarkan solo campaign yang juga bisa mendukung hingga 4 orang pemain dalam mode permainan kooperatif. Untuk solo campaignnya kita dapat memilih salahsatu dari empat kelas tentara yang akan sangat menentukan cara berperang kita di medan peperangan, diantaranya ada Grenadier, Scout, Rifleman, dan Automatic rifleman. Tiap kelas karakter memiliki keahlian masing-masing, maka itu kerjasama satu tim sangat berpengaruh dalam menyelesaikan misi di game ini, misalnya Scout dipersenjatai senjata jarak jauh atau sniper rifle dan Grenadier memiliki persenjataan berat seperti roket launcher yang dapat menghancurkan sebuah tank. kemudian Automatic Rifleman yang memiliki senjata serbu dapat menyerbu musuh hingga mundur dan tak berkutit, kemudian Rifleman merupakan kelas tentara yang paling stabil dan merupakan ujung tombak dalam tim ini dengan dipersenjatai senjata M16A4 Rifle.

Pada sekuel ini, kita mendapatkan pengalaman bermain yang lebih mendalam dengan adanya sistem level up karakter. Dimana kita akan mendapatkan sejumlah poin Core Skill yang dinilai dari performa tim kita dalam menyelesaikan misi, yang meliputi penilaian Ranking yang didapat, jumlah objektif yang berhasil diselesaikan, dan waktu yang dibutuhkan dalam menyelesaikan misi tersebut. Poin Core Skill yang telah terkumpul dapat digunakan untuk menaikan level pada karakter kita dan 3 anggota tim untuk dapat membuka akses ke jenis persenjataan yang lebih tangguh dan beberapa aksesoris senjata. Disamping itu, kita juga dapat memberikan poin untuk meningkatkan kemampuan karakter juga, seperti dapat berlari lebih cepat walau membawa banyak persenjataan atau akurasi menembak yang lebih tepat. Dengan adanya fitur ini, membuat kita merasakan peningkatan karakter dan anggota tim kita disepanjang permainan, seperti bermain game FPS online saja. Dan fitur baru ini juga yang menjadikan game simulasi militer ini tidak monoton dan tidak mudah membosankan.

Sebagai ketua tim, kita dapat memberikan perintah kepada anggota tim untuk menerapkan taktik dan strategi dalam menyelesaikan berbagai misi, misalnya menyuruh mereka menembaki terus-terusan musuh yang sedang bersembunyi, sementara kita bergerak dari arah samping untuk mendapatkan jarak tembak yang tepat. Atau kita juga dapat menyuruh mereka menyapu bersih musuh yang sedang bersembunyi di dalam sebuah ruangan. Navigasi pemberian perintah pada sekuel ini dinamakan Quick Command Radial dengan desain yang keren dan mudah digunakan jika dibandingkan dengan sekuel sebelumnya. Selain dari memberikan perintah kepada anggota tim, kita juga dapat meminta bantuan serangan udara dan artileri untuk memudahkan kita menerobos pertahanan musuh. Terdapat banyak jenis serangan udara dan artileri yang terdapat dalam game ini dan masing-masing memiliki keunggulan pada daya rusaknya, seperti Howitzer Barrage yang sangat efektif dalam menghancurkan bangunan dan Tank musuh.

Game simulasi tentara militer ini berbeda dengan game FPS lainnya yang kebanyakan dapat menjadikan kita seperti Rambo dengan menembaki beberapa musuh didepan kita sekaligus dan rentetan tembakan musuh yang mengenai kita hanya mengurangi setengah bar darah. Pada game ini, satu atau dua peluru saja yang mengenai kita dapat membuat GameOver seketika. Terkadang juga peluru akan mengenai rompi anti peluru dan hanya melukai kita. Hal ini dapat disembuhkan dengan mengunakan Medkit. Namun kita mesti mencari tempat berlindung terlebihi dahulu sebelum mengunakan Medkit dalam membalut luka, karena tidak seperti game FPS lainnya yang dapat langsung sembuh. Proses membalut luka akan memakan waktu dan jika melakukannya ditempat terbuka, kita bisa menjadi sasaran empuk peluru musuh. Sewaktu terluka, kita juga dapat merasakan efeknya, seperti gerakan karakter menjadi semakin lambat, tingkat akurasi juga semakin berkurang, dan layar permainan menjadi semakin kabur. Bahkan jika tidak segera diobati akan menyebabkan kematian. Selain itu, tingkat AI musuh memang terlihat baik. Mereka terlihat menerapkan taktik perang bergerilya yang lumayan merepotkan kita. Sayangnya, beberapa kali ditemukan AI musuh dalam keadaan stuk atau bengong di posisi yang tidak terlindungi sehingga memudahkan kita untuk menembak mereka. Hal ini tidaklah menjadi masalah besar untuk game ini.

Seperti sekuel terdahulunya, sebagian waktu kita di game ini bakal dihabiskan untuk menjelajah area permainan yang luas dengan berjalan kaki, mulai dari melintasi desa hingga pegunungan. Sebetulnya game ini juga menampilkan beberapa kendaraan perang, seperti Humvee, APC, Tank, dan Helikopter. Namun sayangnya, hanya kendaraan Humvee yang bisa kita kendarai saja. Satu hal lagi, sistem Checkpoint game yang telalu jauh, membuat kita kerepotan untuk mengulang permainan saat kita sudah berjalan jauh. Hal ini sudah dirasakan sejak sekuel Dragon Rising. Semoga saja di sekuel selanjutnya mendapat perhatian untuk masalah ini. Graphic
Penyempurnaan engine game EGO ke versi 2.0 menyuguhkan tampilan grafis yang bagus dan lebih realistis dibandingkan dengan sekuel Dragon Rising. Lingkungan permainan beserta objek lainnya tampak menyerupai ukuran dunia nyata. Animasi ledakan dan partikel debu terlihat mengagumkan serta efek yang dirasakan saat ledakan didekat kita membuat layar permainan bergoncang. Seolah-olah merasakan berada ditempat kejadian.
Kemudian audio permainan juga sangat mendukung penuh game ini, suara tembakan yang keluar dari tiap senjata semuanya terdengar berbeda-beda dan suara akting dari karakter permainan juga terekpresikan dengan baik.

Overall
Bagi pemain yang telah memainkan Operation FlashPoint Dragon Rising mesti mencoba sekuel ini. Kombinasi simulasi tentara militer yang realistis dan unsur peningkatan karakter disepanjang permainan pada sekuel ini cukup mengesankan. Ditambah lagi grafis dengan engine game EGO versi terbaru membuat game ini sedap dipandang mata.



sumber :
http://www.beritateknologi.com/review-operation-flashpoint-red-river-simulasi-taktik-militer-dengan-sedikit-sentuhan-unsur-rpg/

Minggu, 03 Juli 2011

Homefront

Homefront
Publisher : THQ
Developer : Kaos Studios
Release Date : 15 Maret 2011
STORY
Homefront mengisahkan cerita fiksi dengan seting pada tahun 2027, Dimana perekonomian negara Amerika telah jatuh dan terjadi kerusuhan dimana-mana. Hal ini menyebabkan negara Greater Korean Republic melancarkan serangan besar-besaran ke negara Amerika. Dalam game ini kita akan berperan sebagai Robert Jacobs, seorang Pilot yang menjadi tawanan tentara musuh. Yang kemudian berhasil lolos dan bergabung dengan pasukan pejuang dan tentara amerika untuk memperjuangkan tanah dan rumah mereka. Cerita game ini memang terlihat berbobot, namun sayangnya ending cerita dari game ini kurang mengigit.
Adegan demi adegan disepanjang permainan benar-benar tersusun rapi dan berhasil menciptakan rasa emosional dan menebar ketakutan akan peperangan pada pemain, seperti pada adegan awal saat kita tertangkap dan dimasukan kedalam bus yang menelusuri jalan, sambil menyaksikan para tentara Korea menangkap warga sipil dan mengumpulkan mayat-mayat. Bahkan ada yang membunuh tawanan didepan anaknya yang kemudian menyebabkan anak kecil tersebut menangis sekencang-kencangnya. Di sisi lain, juga terlihat para tentara Korea Utara sedang sibuk menyiapkan blokade di perkarangan rumah.

GAMEPLAY
Disepanjang permainan kita bakal ditemanin oleh NPC yang dikontrol oleh AI komputer yang juga akan menuntun kita ke arah tujuan selanjutnya. Dan ini membuat permainan pun terasa kaku. Padahal level permainan dalam game ini tidaklah begitu luas hanya dari satu point ke point berikutnya. AI NPC dalam game ini selalu bergerak paling depan dan akan menjadi umpan bagi serangan musuh, sehingga kita yang berada dibelakang dapat dengan mudah menembak musuh. Untungnya AI musuh juga cukup pintar, walau kita berada dibelakang AI NPC, beberapa AI musuh tetap mengincar kita. Jadi tetap waspadalah…
Pilihan senjata digame ini cukup terbatas, kita hanya bisa mendapatkan senjata baru dari musuh yang tewas atau yang tergeletak pada sudut level permainan, Namun salahsatu senjata muktahir dalam game ini adalah Goliath, sebuah kendaraan APC drone dengan dibekali senapan mesin dan roket, yang dikendalikan dari jarak jauh untuk menyerang target yang ditentukan. Dengan menekan tombol 4 pada keyboard untuk memunculkan teropong agar dapat memantau posisi target musuh. Kemudian menandai target dan mengeksekusi mengunakan tombol kanan mouse. APC drone ini juga dapat otomatis bergerak dan menembak tentara musuh yang berada disekitar mesin tempur canggih tersebut.
Kita tidak hanya melakukan perang gerilya melewati perkarangan rumah dan jalanan kota. Pada level berikutnya, kita akan menjalankan misi yang mengunakan Helikopter dan Kita dapat mengubah sudut pandang tampilan, baik dari sudut pandang dalam kokpit atau sudut pandang ketiga. Helikopter dipersenjatai dua jenis senjata yang dapat kita pergunakan, yakni senjata mesin dan roket. Pengontrolan helikopter dalam game ini pun terasa lincah dan gampang untuk dikendalikan.
Selain helikopter, pada level terakhir kita akan menaiki mobil Humvee dan bertindak sebagai penembak, sedangkan AI NPC sebagai pengemudi yang nantinya akan berhadapan dengan kendaraan APC drone milik musuh sebagai Boss musuh terakhir. Pertarungan pun berlangsung kejar-kejaran diatas jembatan sambil menghujankan perluru ke musuh dan menghindari tembakan roket. Menurut saya, pertarungan ini terasa gampang. Hanya perlu dua atau tiga kali mengulang,  Anda sudah bisa mengalahkan Boss musuh pada akhir permainan.
GRAPHIC
Walau mengunakan Unreal Engine 3, grafis game ini tampak kurang detil. Baik itu pada lingkungan dan karakter. Wajah karakter terlihat kurang hidup, apalagi pada wajah warga sipil yang ternyata saat didekati tampak seperti kartun. Padahal semua seting grafis sudah pada posisi tertinggi. Nilai lebih buat desain level permainan yang dibuat kompleks dengan dipenuhi berbagai objek. Akhir kata, grafis pada game ini kurang mewah dan mesti dipoles lagi.


OVERALL
Dari opening cerita serta adegan selama permainan terlihat menjanjikan dan saya berharap game ini sekelas game Call Of Duty atau Medal of Honor terbaru. Namun saat mencicipi gameplay game ini, terasa kaku dan tampak sebuah game FPS standar saja. Sangat disayangkan juga waktu permainan yang pendek dan ending game yang kurang memuaskan. Walau begitu tema cerita game ini memberikan nilai tambah tersendiri.

Sumber:
http://www.beritateknologi.com/review-homefront-game-dengan-storyline-yang-menarik-tapi-gameplaynya-biasa-saja/